Pemeriksaan Hasil Terjemahan Kitab Kejadian Pasal 15-26 Bahasa Yamdena Timur
Saumlaki, 10 April 2026 – Upaya menghadirkan Firman Tuhan yang mudah dipahami oleh masyarakat penutur Bahasa Yamdena Timur terus dilakukan secara serius dan berkelanjutan. Salah satunya melalui kegiatan pemeriksaan hasil terjemahan Kitab Kejadian pasal 15–26 yang dilaksanakan bersama konsultan penerjemah dari Kartidaya, Pdt. Winata Setiawan, dan Tim Penerjemah Bahasa Yamdena Timur, Ibu Au Olinger, Ibu Ina Matruty dan Ibu Yos Luturyali yang bekerja di bawah Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Desa (YPMD). Proses pemeriksaan dengan konsultan ini berlangsung selama 4 hari, mulai Selasa, 7 April s/d Jumat 10 April 2026, bertempat di Kantor YPMD Saumlaki.
Pemeriksaan dengan konsultan ini melibatkan para Penolong Uji Coba (PUC), yaitu Ibu Sensi Kilamase, Ibu Ati Nanaryain, dan Bapak Heri Luturyali, yang berperan aktif dalam memberikan masukan selama proses pemeriksaan. Kehadiran para PUC menjadi bagian penting untuk memastikan bahwa terjemahan tidak hanya akurat secara makna, tetapi juga komunikatif dan sesuai dengan penggunaan bahasa sehari-hari masyarakat setempat.
"Awalnya kami merasa takut, namun dengan bantuan dan penjelasan dari konsultan, proses pemeriksaan justru semakin menguatkan iman kami karena kami semakin memahami firman Tuhan." Ujar Ibu Sensi.
Seluruh rangkaian pemeriksaan berlangsung secara sistematis dan teliti, dengan mengacu pada prinsip-prinsip dasar penerjemahan Alkitab. Pemeriksaan ini tidak dimaksudkan untuk menguji kemampuan para PUC, melainkan sebagai langkah bersama untuk meningkatkan kualitas terjemahan agar tetap setia pada teks asli, jelas dalam penyampaian, dan mudah dipahami.
"Melalui proses pemeriksaan bersama konsultan, saya semakin memahami firman Tuhan, bahkan ada sejumlah ayat yang sangat menyentuh hati saya dan saya mau menangis ketika membacanya". Ucap Ibu Ati.
Melalui pendampingan konsultan penerjemah, setiap bagian terjemahan ditelaah secara mendalam guna menyempurnakan pilihan kata, struktur kalimat, dan kejelasan pesan. Dengan demikian, Firman Tuhan dapat disampaikan secara lebih relevan dan menjawab kebutuhan rohani masyarakat penutur Bahasa Yamdena Timur. Pa Winata selaku konsultan mengatakan bahwa;
"Tim bekerja dengan sangat baik untuk mempersiapkan teks secara matang, sehingga proses pemeriksaan dapat berjalan dengan lancar. Para PUC juga sangat membantu jalannya proses ini. Pada hari pertama para PUC masih merasa takut dan gugup, namun selanjutnya seluruh tahapan berjalan dengan baik. Kami berharap hasil ini dapat memberkati banyak orang penutur bahasa Yamdena Timur."
Kegiatan ini juga menjadi wujud nyata komitmen YPMD dalam menjaga kualitas Pelayanan Penerjemahan Alkitab, sekaligus memperkuat kerja sama antara konsultan dan tim penerjemah di Lapangan.
Sebagaimana tertulis dalam Kitab Mazmur, "Firman-Mu itu pelita bagi kakiku dan terang bagi jalanku", proses penerjemahan ini diharapkan menjadi sarana terang bagi kehidupan iman masyarakat penutur bahasa Yamdena Timur.\Ojon